NILAI FILOSOFI DARI ARSITEKTUR RUMAH ADAT LONTIOK KHAS BUDAYA MELAYU DI DESA PULAU BELIMBING KUOK KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU

Main Article Content

Arya Maheswara
Fitri Wahyuni
Melisa Anggraini Nusainu
Muhammad Zikra Rasyidi
Nabilla Nathania
Naila Hilmi Aidina
Sandy Aulia Lubis
Elmustian Elmustian

Abstract

Setiap manusia menjadi penopang sekaligus pendukung suatu kebudayaan, sehingga antara manusia dengan kebudayaan tercipta hubungan yang sulit untuk dipisahkan. Meskipun seorang manusia mati, kebudayaan akan tetap terwariskan kepada generasi penerusnya. Melayu Riau memiliki keberagaman warisan budaya hingga kini. Rumah adat Lontiok di desa Pulau Belimbing, kabupaten Kampar menjadi bagian dari warisan kekayaan budaya Melayu Riau. Rumah adat Lontiok menjadi salah satu bukti kekayaan kebudayaan budaya Melayu Riau dalam bentuk fisik dengan beragam nilai filosofis yang terkandung dalamnya. Rumah adat Lontiok mengandung kekayaan nilai filosofi yang ada dalam budaya Melayu Riau. Hasil artikel dilatarbelakangi dengan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk member ikan penjelasan dan pemahaman mengenai nilai filosofi yang terkandung dalam arsitektur rumah adat Lontiok di desa Pulau Belimbing, Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Arya Maheswara, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Fitri Wahyuni, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Melisa Anggraini Nusainu, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Muhammad Zikra Rasyidi, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Nabilla Nathania, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Naila Hilmi Aidina, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Sandy Aulia Lubis, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Elmustian Elmustian, Universitas Riau

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

References

Mahdayeni, M., Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan). Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 154-165.

Hapipah, R. (2021). Keterkaitan Wujud dan Unsur Kebudayaan Pada Pembelajaran IPS.

Liliweri, A. (2019). Pengantar studi kebudayaan. Nusamedia.

Bintarto, H. R. (1995). Keterkaitan Manusia, Ruang dan Kebudayaan. Berkala Arkeologi, 15(3), 1-4.

Manullang, E. F. M. (2022). Misinterpretasi Ide Gustav Radbruch mengenai Doktrin Filosofis tentang Validitas dalam Pembentukan Undang-Undang. Undang: Jurnal Hukum, 5(2), 453-480.

Rachmawati, H. R. (2018, August). Menggali nilai filosofi budaya Jawa sebagai sumber karakter generasi milenial: Konseling SFBT. In Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling (Vol. 2, No. 1, pp. 327-337).

Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.

Ahmadi, A. (2019). Metode penelitian sastra. Penerbit Graniti.

Budiarto, G. (2020). Dampak cultural invasion terhadap kebudayaan lokal: Studi kasus terhadap bahasa daerah. Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 13(2), 183-193.