MENGUNGKAP PESONA PULAU BELIMBING: HARMONI ALAM DAN MELAYU
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai budaya dan sejarah rumah lontiok di Pulau Belimbing, Kampar, Riau. Rumah lontiok sebagai warisan budaya tak benda memiliki keunikan arsitektur dan nilai filosofis yang mendalam bagi masyarakat setempat. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap makna simbolis dari setiap elemen bangunan, serta hubungannya dengan kehidupan sosial dan kosmologi masyarakat Kampar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian rumah lontiok sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Downloads
Article Details
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Syarkawi (Pak Kecik). Pewawancara: Ruswita Hasanah Tambunan. (2024). Permainan Tradisonal dan Ukiran Rumah Lontiok. Hasil Wawancara Pribadi: 23 November 2024, Desa Pulau Belimbing.
Mujtahidin, S dan Rachman, S, A. (2022). Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Terhadap Keseimbangan Anak Kelompok A Di RA Hidayatul Ihsan NW Tebaban. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 1(3), halaman 1-2.
Karina, Agidia. Faizah, Hasnah. Elmustian. Syafrial. (2022). Filosofi rumah adat lontiok khas Desa Wisata Pulau Belimbing Kuok Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), halaman 6-10.
Sari, Permata, Siska dan Okwita, Afrinel. (2019). Eksistensi Permainan Trdisional Egrang Pada Masyarakat Monggak Kecamatan Galang Kota Batam. Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 4(1), halaman 25-26.
Nurmiyanti. Faizah, Hasnah. Elmustian. Syafrial. (2022). Tradisi Makan Badulang Sebagai Sarana Interaksi Sosial Masyarakat Pulau Belimbing Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), halaman 4-5.
Geertz, C. (1963). Peddlers and Princes: Social Change and Economic Modernization in Two Indonesian Towns.
Nas, P. J. M. (2003). The Indonesian Town Revisited.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Yayasan Obor Indonesia.