NARASI KEKERASAN DAN RESISTENSI DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM (NARRATIVES OF VIOLENCE AND RESISTANCE IN THE NOVEL THE WOMAN WHO CRIED TO THE BLACK MOON)

Main Article Content

Rakhyuni Rakhyuni

Abstract

This study examines the narrative of violence and resistance in the novel "The Woman Who Cried to the Black Moon" by Dian Purnomo. The novel portrays the struggle of the protagonist, Magi Diela, against the patriarchal system represented by the bride kidnapping tradition in Sumba. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the study reveals that the violence experienced by women in the novel encompasses physical, psychological, and social dimensions. Magi Diela’s resistance, carried out physically, verbally, and socially, reflects the fight against gender-based violence. Her struggle results in significant impacts, both personally and socially, including bringing the perpetrators to justice and raising public awareness about the importance of protecting women. This research demonstrates that resistance against the patriarchal system requires courage, determination, and social support to achieve meaningful change.


 


Penelitian ini mengkaji narasi kekerasan dan resistensi dalam novel “Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam” karya Dian Purnomo. Novel ini menggambarkan perjuangan tokoh Magi Diela melawan sistem patriarki yang diwakili oleh tradisi kawin tangkap di Sumba. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan yang dialami perempuan dalam novel meliputi fisik, psikologis, dan sosial. Resistensi yang dilakukan Magi Diela, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, mencerminkan bentuk perjuangan perempuan melawan kekerasan berbasis gender. Perjuangan Magi menghasilkan dampak signifikan, baik pada lingkup personal maupun sosial, termasuk membawa pelaku kekerasan ke pengadilan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlawanan terhadap sistem patriarki memerlukan keberanian, keteguhan, dan dukungan sosial untuk menghasilkan perubahan yang berarti.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Rakhyuni Rakhyuni, Universitas Lambung Mangkurat

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

Program Sarjana, Universitas Lambung Mangkurat,

Jl. Bridgend. H. Hasan Basry, Kampus Kayu Tangi Banjarmasin, Kalimantan Selatan

References

Doko, E. W., Suwitra, I. M., & Sudibya, D. G. (2021). Tradisi Kawin Tangkap (Piti Rambang) Suku Sumba di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Konstruksi Hukum, 2(3), 656–660.

Hilman, H. (2003). Hukum Waris Adat. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Himmah, F. (2020). Sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kebangkitan pendidikan perempuan di Jawa 1879-1904. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kurniawati, A., Liana, L., Asharina, N. P., & Permana, I. (2018). Kajian Feminisme Dalam Novel “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan. Parole : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1. http://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/213

Nugroho, B. A., & Rokhmansyah, A. (2019). Kajian Feminisme Dalam Sastra Tradisional. researchgate.net.

Purnomo, D. (2020). Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sakina, A. I., & A., D. H. S. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki Di Indonesia. Share : Social Work Journal, 7(1), 71. https://www.neliti.com/publications/181589/menyoroti-budaya-patriarki-di-indonesia

You, Y. (2021). Patriarki, Ketidakadilan Gender, dan Kekerasan atas Perempuan. Nusamedia. https://books.google.co.id/books?id=gqNsEAAAQBAJ&lpg=PP1&hl=id&pg=PP1#v=onepage&q&f=false