FENOMENA KEKERASAN PADA ANAK DALAM NOVEL “DI TANAH LADA” KARYA ZIGGY ZESYAZEOVIENNAZABRIZKIE
Main Article Content
Abstract
Novel "Di Tanah Lada" karya Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie merupakan karya sastra yang menyoroti fenomena kekerasan pada anak. Dalam representasinya, kekerasan tersebut terjadi melalui karakter Salva yang sering mengalami kekerasan fisik dan psikologis dari ayahnya. Kekerasan tersebut mencerminkan kondisi sosial di sekitar mereka. Tema konflik batin dan nilai pendidikan memberikan dimensi tambahan pada kisah, terutama dalam meresapi pengalaman traumatis tokoh utama, Rais, yang merasa diabaikan oleh ayahnya. Melalui penelitian ini, penulis menggali dampak kekerasan pada perilaku dan psikologi anak, menciptakan narasi yang empatik dan membuka pemahaman lebih dalam terhadap kompleksitas perjalanan tokoh-tokoh di dalam novel. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari penelitian kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun novel, seperti tokoh penokohan, latar, alur, konflik, sudut pandang, gaya bahasa, dan tema. Hasil analisis disajikan secara deskriptif dalam bentuk laporan artikel ilmiah. Dalam pembahasan, karakter-karakter dalam novel "Di Tanah Lada" menjadi jendela untuk memahami dampak kekerasan pada anak. Tokoh Salva dan Rais mengalami kekerasan fisik, psikologis, dan bahkan seksual, menciptakan trauma, kecemasan, gangguan emosional, dan perilaku yang kompleks. Dalam konteks ini, novel ini menjadi cermin dinamika masyarakat kontemporer yang diresapi oleh pengarang sebagai tanggapan terhadap realitas sosial. Penelitian ini menyoroti urgensi pemahaman fenomena kekerasan pada anak dalam sastra, khususnya di Indonesia, sebagai wujud kontribusi terhadap pengetahuan dan pemahaman tentang isu-isu sosial yang relevan.
Downloads
Article Details
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.