ANALISIS KLASIFIKASI CAMPUR KODE PADA KONTEN YANG BERJUDUL “BERPIKIR KRITIS” DI AKUN YOUTUBE @ANIESBASWEDAN

Main Article Content

Sitta Destriana Safitri
Sulistyawati Sulistyawati

Abstract

This study discusses the form of code-mixing classification contained in the video content entitled "Critical Thinking" from the YouTube account @aniesbaswedan. The method used in this study is to use a qualitative approach with a descriptive method, because to analyze the phenomenon of code-mixing spoken by the subject. The collection technique used in this study is in the form of reading words. Data analysis used in the form of content analysis by identifying Anies Baswedan's speech containing code-mixing. The results of this study indicate that there are forms of code-mixing that can be classified into 3 forms, namely code-mixing in word form, phrase form, and clause form. The data found can be detailed that there is code-mixing with word form consisting of 11 data, code-mixing with phrase form consisting of 7 data, and code-mixing with clause form consisting of 2 data. Of the three forms of code-mixing, it can be stated that the largest amount of data is code-mixing with word form.


Penelitian ini membahas bentuk klasifikasi campur kode yang terdapat di dalam konten video yang berjudul “Berpikir Kritis” dari akun YouTube @aniesbaswedan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, karena untuk menganalisis fenomena campur kode yang dituturkan oleh subjek. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini berupa simak catat. Analisis data yang digunakan berupa analisis isi dengan cara mengidentifikasi ujaran Anies Baswedan yang mengandung campur kode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk campur kode yang dapat diklasifikasikan menjadi 3 bentuk yaitu campur kode bentuk kata, bentuk frasa, dan bentuk klausa. Data yang ditemukan dapat dirincikan bahwa terdapat campur kode dengan bentuk kata yang terdiri dari 11 data, campur kode dengan bentuk frasa yang terdiri dari 7 data, dan campur kode dengan bentuk klausa yang terdiri dari 2 data. Dari ketiga bentuk campur kode tersebut dapat dinyatakan bahwa jumlah data yang paling besar yaitu campur kode dengan bentuk kata.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Agustina, P., Jumadi, & Luthfiyanti, L. (2022). Campur Kode dalam Podcast Kanal YouTube Deddy Corbuzier. LOCANA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia.

Aisah, Triyadi, S., & Pratiwi, W. D. (2022). Alih Kode dan Campur Kode dalam Video YoutubeJerome Polin Bersama Chef Arnold serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Teks Anekdot di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra.

Amriyah, N., & Isnaini, H. (2021). Campur Kode Sudjiwo Tedjo dalam Dialog Interktif. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Ifitatah, N., Hambali, & Karumpa, A. (2022). Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Media Sosial Instagram. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra.

Isra, Z., N. Djou, D., & Umar, F. A. (2021). CAMPUR KODE DALAM KONTEN VIDEO YOUTUBE. Jambura Journal of Linguistics and Literature.

Saefullah, A. S. (2024). Ragam Penelitian Kualitatif Berbasis Kepustakaan Pada Studi Agama dan Keberagamaan dalam Islam. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam.