ISU SOSIAL DAN IDENTITAS KULTURAL DALAM SASTRA MUSLIM: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA 'AYAT-AYAT CINTA' DAN 'LASKAR PELANGI'
Main Article Content
Abstract
ABSTRAK
Sastra Muslim di Indonesia telah menjadi medium penting untuk mengekspresikan dinamika sosial, budaya, dan religius. Penelitian ini menganalisis dua novel berpengaruh, Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, untuk mengeksplorasi representasi isu-isu sosial melalui analisis dari dinamika sosial yang ada menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Kajian ini mengeksplorasi isu-isu sosial seperti ketimpangan pendidikan, diskriminasi, dan identitas kultural dalam menghadapi modernitas menggunakan teori Alan Swingewood. Penelitian ini berfokus pada isu sosial pendidikan, identitas kultural dalam menghadapi tantangan modern dan peran agama dalam kehidupan bermasyarakat yang ditunjukkan oleh kedua novel ini. Hasil analisis ini pun menunjukkan bahwa sastra Muslim kontemporer mampu menjembatani tradisi dan modernitas, menawarkan wawasan tentang integrasi nilai Islam dalam menghadapi tantangan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman peran sastra dalam merefleksikan dan membentuk diskursus sosial di masyarakat Muslim Asia Tenggara, serta membuka dialog lebih luas tentang peran agama dalam masyarakat modern.
Kata Kunci :Isu Sosial, Identitas Kultural, Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi
ABSTRACT
Muslim literature in Indonesia has become an important medium for expressing social, cultural and religious dynamics. This study analyzes two influential novels, Ayat-Ayat Cinta by Habiburrahman El Shirazy and Laskar Pelangi by Andrea Hirata, to explore the representation of social issues through an analysis of the existing social dynamics using a sociology of literature approach. This study explores social issues such as educational inequality, discrimination, and cultural identity in the face of modernity using Alan Swingewood's theory. This study focuses on the social issues of education, cultural identity in the face of modern challenges and the role of religion in social life shown by these two novels. The results of this analysis also show that contemporary Muslim literature is able to bridge tradition and modernity, offering insights into the integration of Islamic values in facing social challenges. This research contributes to understanding the role of literature in reflecting and shaping social discourse in Southeast Asian Muslim societies, as well as opening a broader dialogue on the role of religion in modern society.
Keywords: Social Issues, Cultural Identity, Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi
Downloads
Article Details
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Andriyanto, O. D., Supratno, H., & Tjahjono, T. 2020. Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Dhadhung Kepuntir Karya Tulus S. (Pendekatan Sosiologi Sastra Swingewood). Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 8(2).
Bourdieu, P. 1986. The Forms of Capital. Richardson, J.G. (Ed.).
El Shirazy, H. 2004. Ayat-Ayat Cinta. Republika Penerbit.
Fulthoni, dkk. 2009. Memahami Diskriminasi. Jakarta ILRC.
Hall, S. 1992. Modernity and Its Futures. Cambridge: Polity Press.
Hirata, A. 2005. Laskar Pelangi. Bentang Pustaka.
Ibrahim, S. 2018. Perspektif Islam Terhadap Pluralitas Keberagamaan. Al-Mu’ahirah.
Lega, D. Hartanto. 2023. Tanggungjawab Pemerintah dan Kesenjangan Sosial Dalam Pendidikan. Adil Indonesia Journal. 4(2).
liliweri, Alo. 2002. Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: LKIS.
Musa, M. M. 2021. Peran Agama Dalam Perubahan Sosial Masyarakat. Nuansa.
Pemerintah Indonesia. 1945. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Pemerintah Indonesia.
Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015
Ramayulis. 2002. Metodologi Pendidikan Agama Islam.
Suryandari, Nikmah. 2017. Eksistensi Identitas Kultural Di Tengah Masyarakat Multikultur Dan Desakan Budaya Global. Komunikasi. 11(1), 21-28.
Swingewood, A. 1972. The Sociology of Literature. London: Paladin.
Ting- Toomey, Stella. 1999. Communication Across Culture. New York: The Guilford Publications, Inc.