PENERAPAN ALTERNATIF PEMIDANAAN DALAM PERSPEKTIF PENOLOGI SEBAGAI SOLUSI OVERCROWDING DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI INDONESIA
Main Article Content
Abstract
Permasalahan overcrowding atau kelebihan kapasitas di lembaga pemasyarakatan di Indonesia menjadi isu serius yang berdampak pada pemenuhan hak narapidana dan efektivitas sistem pemasyarakatan. Pemidanaan yang masih berorientasi pada pemenjaraan menyebabkan lembaga pemasyarakatan dipenuhi oleh narapidana, termasuk pelaku tindak pidana ringan yang seharusnya dapat dijatuhi alternatif pemidanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan alternatif pemidanaan dalam perspektif penologi sebagai solusi untuk mengatasi overcrowding di lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum pidana Indonesia telah mengatur alternatif pemidanaan seperti pidana denda, kerja sosial, dan pidana bersyarat, implementasinya masih sangat terbatas. Hambatan tersebut disebabkan oleh budaya hukum yang masih berorientasi pada pemidanaan konvensional serta kurangnya pemahaman aparat penegak hukum tentang efektivitas alternatif pemidanaan dalam perspektif penologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya optimalisasi penerapan alternatif pemidanaan untuk mengurangi overcrowding serta meningkatkan efektivitas sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan rehabilitatif.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
ANDI TENRI FAMAURI RIFAI et al. “FORENSIC AUDIT IN REVEALING CRIMINAL ACTION OF GOVERNMENT’S GOODS/SERVICES PROCUREMENT CORRUPTION.” Russian Law Journal 11, no. 9s (2023). https://doi.org/10.52783/rlj.v11i9s.1600.
Barry, Joe M., Catherine D. Darker, David E. Thomas, Shane P.A. Allwright, and Tom O’Dowd. “Primary Medical Care in Irish Prisons.” BMC Health Services Research 10 (2010). https://doi.org/10.1186/1472-6963-10-74.
Bunting, Amanda M., Carrie B. Oser, Michele Staton, Katherine S. Eddens, and Hannah Knudsen. “Clinician Identified Barriers to Treatment for Individuals in Appalachia with Opioid Use Disorder Following Release from Prison: A Social Ecological Approach.” Addiction Science and Clinical Practice 13, no. 1 (2018). https://doi.org/10.1186/s13722-018-0124-2.
Danu, Rivay Frien, Widodo.T Novianto, and , Hartiwiningsih. “NON PUNITIVE ACTION TERHADAP PILOT AKIBAT KECELAKAAN DAN INSIDEN SERIUS PESAWAT UDARA SIPIL DI INDONESIA.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi 5, no. 2 (2017). https://doi.org/10.20961/hpe.v5i2.18294.
Dong, Shuyang, Judith Semon Dubas, Maja Deković, Marjolein Verhoeven, and Zhengyan Wang. “To Excel and to Be Happy: Parenting Behaviors, Parenting Stress, and Sociocultural Contexts in Dutch and Urban Chinese Families.” Early Childhood Research Quarterly 62 (2023). https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2022.08.004.
Hidir, Achmad, and Rr Sri Kartikowati. “PEMENUHAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI NAPI PEREMPUAN DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN (LAPAS) PROVINSI RIAU.” Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender 11, no. 1 (2012). https://doi.org/10.24014/marwah.v11i1.501.
Horne, Christopher, and William J. Newman. “Updates since Brown v. Plata: Alternative Solutions for Prison Overcrowding in California.” Journal of the American Academy of Psychiatry and the Law 43, no. 1 (2015).
Kuswandi, Henny Nuraeny, and Cucu Solihah. “DIYAT CRIMINAL SANCTION AS ALTERNATIVE IN ORDER TO MINIMIZE PRISONS OVERCROWDING PROBLEM IN INDONESIA.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan 8, no. 1 (2020). https://doi.org/10.29303/ius.v8i1.682.
Laxminarayan, Malini, and Annemieke Wolthuis. “Accessibility of Restorative Justice: Attitudes as Barriers to Greater Referrals.” Revista de Asistenţ Social, no. 4 (2015).
Marzuki, Peter Mahmud. “Penelitian Hukum, Cetakan Ke-11.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 2 (2022).
Meško, Gorazd, Chuck Fields, and Tomaž Smole. “A Concise Overview of Penology and Penal Practice in Slovenia: The Unchanged Capacity, New Standards, and Prison Overcrowding.” Prison Journal 91, no. 4 (2011). https://doi.org/10.1177/0032885511424389.
Ornduff, Jason S. “Releasing the Elderly Inmate: A Solution to Prison Overcrowding.” The Elder Law Journal 4, no. 1 (1996).
Prates, Cassiana Gil, Rita Catalina Aquino Caregnato, Ana Maria Müller de Magalhães, Daiane Dal Pai, Janete de Souza Urbanetto, and Gisela Maria Schebella Souto de Moura. “Patient Safety Culture in the Perception of Health Professionals: A Mixed Methods Research Study.” Revista Gaucha de Enfermagem 42 (2021). https://doi.org/10.1590/1983-1447.2021.20200418.
Putri, Clarisa Permata Hariono. “Problematika Hukum Substansi Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 Sebagai Dasar Hukum Pengajuan Kepailitan Buruh.” Legal Standing Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 1 (2024).
Rud, Iryna, Chris van Klaveren, Wim Groot, and Henriëtte Maassen van den Brink. “What Drives the Relationship Between Early Criminal Involvement and School Dropout?” Journal of Quantitative Criminology 34, no. 1 (2018). https://doi.org/10.1007/s10940-016-9326-5.
Sari, Indah Puspa. “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK BESERTA UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.” Pamulang Law Review 2, no. 1 (2020). https://doi.org/10.32493/palrev.v2i1.5333.
Tello, Manuel, Eric S. Reich, Jason Puckey, Rebecca Maff, Andres Garcia-Arce, Biplab Sudhin Bhattacharya, and Felipe Feijoo. “Machine Learning Based Forecast for the Prediction of Inpatient Bed Demand.” BMC Medical Informatics and Decision Making 22, no. 1 (2022). https://doi.org/10.1186/s12911-022-01787-9.