IMPLEMENTASI ART THERAPY PADA LAYANAN BK UNTUK MEREGULASI EMOSI REMAJA AWAL
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan Art Therapy untuk meregulasi emosi remaja awal pada layanan Bimbingan dan Konseling di SD. Subjek penelitian tersebut yakni 27 siswa kelas 6 C (operasional konkret) SDN “X” semester genap Tahun Akademik 2023/2024. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil presentase angket terdapat presentase sebanyak 78% gangguan kesehatan mental remaja dengan pernyataan tertinggi menunjukan urgensi penggunaan Art Therapy pada layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok di Kleas 6 C SDN “X”, (2) Observasi dengan menggunakan pemaparan materi kesehatan mental dengan tema “ It’s Okay To Not Be Okay” terbukti meningkatkan kesadaran kesehatan mental secara dini. (3) Ke-Efektifan Art Therapy untuk sarana regulasi emosi remaja dengan menggunakan indikator keberhasilan Art Therapy dapat memudahkan peneliti.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
M. Nambo, “Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain,” vol. 1, no. 4, pp. 18–26, 2022.
C. Angraeni, F. Loska, L. Maghfiroh, N. R. Dewi, and N. Adhi, “Penelitian Teori Perkembangan Piaget Tahap Operasional Konkret Hukum Kekekalan Volume Anak Usia 11─12 Tahun,” PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, vol. 6, pp. 177–180, 2023.
L. Putriani, “Konselor Dalam Bimbingan Dan Konseling Kelompok Dengan Expressive Arts Therapy,” Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam, vol. 1, no. 2, pp. 29–37, 2021, doi: 10.24260/as-syamil.v1i2.480.
T. Evi, “Manfaat Bimbingan Dan Konseling Bagi Siswa Sd,” Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), vol. 2, no. 1, pp. 72–75, 2020, doi: 10.31004/jpdk.v1i2.589.
S. N. Oktaviani and S. Syawaluddin, “Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Menguatkan Karakter Siswa,” Educativo: Jurnal Pendidikan, vol. 2, no. 1, pp. 115–119, 2023, doi: 10.56248/educativo.v2i1.120.
H. Kamaluddin, “Bimbingan dan Konseling Sekolah,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 17, no. 4, pp. 447–454, 2011, doi: 10.24832/jpnk.v17i4.40.
N. Hidayah et al., “12 Florensa,” vol. 12, no. 1, pp. 2721–8007, 2023.
“11025-40770-2-PB”.
H. Hasmarlin, “Self-Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja Self-Compassion and Emotion Regulation In Adolescence”, doi: 10.24014/jp.v14i2.7740.
A. T. Nurbaiti, “Pengaruh teknik art therapy terhadap pengelolaan emosi marah pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bantul,” Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, vol. 5, no. 1, pp. 91–102, 2020.
I. N. Asyifa, N. Surur, and A. T. Susilo, “Studi Kepustakaan Penerapan Art Therapy dalam Bimbingan dan Konseling,” Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, vol. 5, no. 2, p. 54, 2022, doi: 10.20961/jpk.v5i2.52091.
E. K. Kurniawati, “Peran pendidikan seni dalam penuangan ekspresi emosi anak,” Sungging, vol. 1, no. 1, pp. 87–92, 2022, doi: 10.21831/sungging.v1i1.57556.