HUBUNGAN SELF COMPASSION TERHADAP TRAUMA KEKERASAN DIMEDIASI EMOTIONAL REGULATION

Main Article Content

Choirunnisa Rizky Nockita

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran emotional regulation sebagai mediator pada hubungan antara self compassion dan trauma kekerasan. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitan ini menggunakan metode kuantitatif. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam pengambilan subjek. Subjek dalam penelitian ini adalah 60 responden. Variabel self compassion diukur menggunakan instrumen Self compassion scale (SCS) dikembangkan oleh Neff. Variabel trauma diukur menggunakan instrumen trauma experience questionnaire (TEQ). Sedangkan variabel emotional regulation diukur menggunakan instrument Emotional Regulation Questionnaire (ERQ) dari Gross & John. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emotional Regulation terbukti menjadi mediator antara Self Compassion dan Trauma Kekerasan. Selain itu terdapat hubungan signifikan antara Self Compassion dengan Trauma Kekerasan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Choirunnisa Rizky Nockita. (2024). HUBUNGAN SELF COMPASSION TERHADAP TRAUMA KEKERASAN DIMEDIASI EMOTIONAL REGULATION. Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 5(1), 21–30. https://doi.org/10.3287/liberosis.v5i1.4751
Section
Articles
Author Biography

Choirunnisa Rizky Nockita, Universitas Muhammadiyah Malang

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

References

Alitani, M. B. (2023). Self-Compassion Pada Mahasiswa Yang Pernah Mengalami Perundungan. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(1), 21-25.

Annatagia, L. (2018). hubungan antara self-compassion dan pertumbuhan pasca trauma pada wanita yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran.

Aprilyani, R., & Fahlevi, R. (2022). Psikologi Positif.

Fahlevi, R., Simarmata, N., Aprilyani, R., Hedo, D. J. P. K., Patodo, M. S., Arini, D. P., ... & Shobihah, I. F. (2023). Psikologi Positiif. Global Eksekutif Teknologi.

Hasanah, N., Hidayah, N., & Safaria, T. (2023). Posttraumatic Growth pada Individu Dewasa Penyintas Child Maltreatment. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(7), 4722-4733.

Iluas, S. (2020). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Risiko Gangguan Bipolar di Kota Banda Aceh (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Linley, P. A., & Joseph, S. (2004). Positive change following trauma and adversity: A review. Journal of traumatic stress: official publication of the international society for traumatic stress studies, 17(1), 11-21.

Mutiara, C. L. R., & Supradewi, R. (2023). Gambaran Self-Compassion Pada Remaja Penyintas Bullying. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, 2(1), 583-591.

Pratiwi, P. C. (2017). Upaya peningkatan self-esteem pada dewasa muda penyitas kekerasan dalam pacaran dengan Cognitive Behavior Therapy. Jurnal Psikologi Ulayat, 4(2), 141-159.

Rahma, I. (2019). Pengaruh Harga Diri Dan Social Connectedness Terhadap Kesepian Pada Remaja Yang Melakukan Self-Harm (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Jakarta).

Santoso, A. (2021). Mengontrol Emosi Menjadi Seni: Ekhprasis Tulisan Emosi.

Singh, Y & Bhargav, M. Emotional Maturity Scale. National Psychological Corporation, Bhargav bhavan, 4/230, Kacherighat, Agra, India. 2012

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D, penerbit. Alfabeta, Bandung.

Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). A clinical approach to posttraumatic growth. Positive psychology in practice, 405-419.

Wong, C. C. Y., & Yeung, N. C. (2017). Self-compassion and posttraumatic growth: Cognitive processes as mediators. Mindfulness, 8, 1078-1087.