WORK LIFE BALANCE PADA PEKERJA YANG SUDAH MENIKAH
Main Article Content
Abstract
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan work-life balance pekerja yang sudah menikah berdasarkan gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif sederhana dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dalam mengetahui perbedaan work-life balance pada pekerja yang sudah menikah ditinjau berdasarkan gender. Sampel penelitian ini berjumlah 100 sampel dengan 50 subjek pekerja Perempuan yang sudah menikah dan 50 subjek pekerja laki-laki yang sudah menikah, dengan teknik pengambilan quota sampling. Hasil penelitian menggunakan independent sample T-test dengan sig. (2- tailed) .866 >0,05 dengan hasil mean pada Perempuan yang sudah menikah sebesar 41.52 dan laki-laki sebesar 41.58 menunjukan bahwa tidak ada perebedaan yang signifikan antara work-life balance laki-laki dan Perempuan yang sudah menikah. Dalam hasil penelitian hasil kategorisasi yang telah didapatkan dinyatakan bahwa work-life balance pada pekerja yang sudah menikah dalam kategori perempuan dan laki-laki yang sudah menikah dikatakan sama-sama memiliki work-life balance dalam skala sedang yang artinya subjek belum dapat menjalankan kedua perannya dengan baik dan seimbang. Dikarenakan 2 peran yang dijalani berada dalam beban yang berbeda kemudian pekerja tidak dapat membagi kedua peran tersebut secara baik maka dapat memunculkan beberapa konflik yang dapat mempengaruhi work-life balance pada pekerja yang sudah menikah.
Kata Kunci: Work-life balance, Gender
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anindita, R., & Rachman, T. (2020). How Demographics Affect Quality of Work Life and Work-life balance Demographic to Quality of Work. Icri 2018, 2616–2627. https://doi.org/10.5220/0009949226162627
Cahill, K. E., McNamara, T. K., Pitt-Catsouphes, M., & Valcour, M. (2015). Linking shifts in the national economy with changes in job satisfaction, employee engagement and work-life balance. Journal of Behavioral and Experimental Economics , 56, 40–54. https://doi.org/10.1016/j.socec.2015.03.002
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond Work and Family: A Measure of Work/Nonwork Interference and Enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737
Greenhaus, J. H., Collins, K. M., & Shaw, J. D. (2003). The relation between work-family balance and quality of life. Journal of Vocational Behavior, 63(3), 510–531. https://doi.org/10.1016/S0001-8791(02)00042-8
Latupapua, C. V., Risambessy, A., & Tahanora, C. (2022). Pengaruh Work Life Balance Terhadap Komitmen Organisasi. Jurnal Manajemen Bisnis, 05(01), 52–64.
Lazǎr, I., Osoian, C., & Raţiu, P. (2010). The role of work-life balance practices in order to improve organizational performance. European Research Studies Journal, 13(1), 201–213. https://doi.org/10.35808/ersj/267
Lockwood, N. R. (2003). Work/Life Balance Challenges and Solutions. Research Quaterly, 1–10.
Masita, T. S., Delyara, D. A., Fernando, M. L., Himmawan, G., & Claudianty, G. S. (2019). Work-family conflict dan work-life balance pada prajurit wanita TNI AL di Surabaya. Fenomena, 28(1), 39–44. https://doi.org/10.30996/fn.v28i1.2454
Nurhabiba, M. (2020). Social support terhadap work-life balance pada karyawan. Cognicia, 8(2), 277–295. https://doi.org/10.22219/cognicia.v8i2.13532
Nurwahyuni, S. (2019). Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawanmelalui Work-life balance (Studi Kasus Pt. Telkom Indonesia Regional V). Jurnal Ilmu Manajemen, 7(1), 1–9. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jim/article/view/25234
Oktaviani, H. (2018). Pengaruh Work Life Balance Dan Perceived Organizational Support Terhadap Turnover Intention Melalui Organizational Commitment Sebagai Variabel Intervening Pada Pt Berlian Jasa Terminal Indonesia. Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 6(3), 58–72.
Periantalo, J. (2015). Penelitian kuantitatif untuk psikologi. Pustaka Pelajar.
Poulose, S., & Sudarsan. (2014). Work-life balance: a Literature Review. Strategic Journal of Business & Change Management, 7(2), 1–17. https://doi.org/10.61426/sjbcm.v7i2.1624
Staff, K., Pt, P., Tunggal, M., & Sukabumi, C. (2020). Pengaruh Work Life Balance terhadap Kinerja Karyawan pada Karyawan Staff PT. Muara Tunggal. Jurnal Ekobis Dewantara, 3(3), 46–50. https://doi.org/10.26460/ed_en.v3i3.1688
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan : Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Cet. 23.). Alfabeta.
Sumsuni. (2017). Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia, 17 no 31(31), 113–124. http://ejurnal.staialfalahbjb.ac.id/index.php/alfalahjikk/article/view/19
Susilo, D. F. Z., & Prahara, S. A. (2019). Work-Family Enrichment dan Work Engagement pada Karyawan yang Sudah Menikah. Mediapsi, 5(2), 108–116. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2019.005.02.5
Ula, I. I., Susilawati, I. R., & Widyasari, S. D. (2019). Hubungan antara Career Capital dan Work-life balance pada Karyawan di PT. Petrokimia Gresik. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 12(1), 13. https://doi.org/10.18860/psi.v12i1.6391
Vishnum. (2016). Studi New World of Work Tunjukkan Pentingnya Transformasi Tempat Kerja bagi Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Bisnis di Indonesia. Microsoft News.