HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN KUALITAS HIDUP BERDASARKAN PENDEKATAN SELF TRANSCENDENCE THEORY PADA LANSIA DI DUSUN TANJUNG MANGLI KABUPATEN JEMBER
Main Article Content
Abstract
Kualitas hidup lanjut usia atau Older People Quality-of-Life (OPQoL) merupakan persepsi individu tentang posisi mereka dalam kehidupan. Spiritualitas dan religiusitas merupakan sumber daya yang digunakan beberapa pasien untuk mengatasi penyakit kronis yang berdampak positif pada kualitas hidup dan kesejahteraan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup berdasarkan pendekatan self transcendence theory pada lansia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study yang dilakukan pada lansia di Dusun Tanjung Mangli Kabupaten Jember dengan melibatkan sebanyak 108 partisipan. Partisipan dipilih secara acak dengan teknik cluster random sampling. Data diambil dengan metode suvey menggunakan kuesioner the religious well-being (RWB) dan Older People’s Quality of Life Questionnaire. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rho pada tingkat signifikansi ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia memiliki tingkat spiritalitas yang tinggi (61,1%) dan memiliki kualitas hidup yang baik (56,5%). Analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup pada lansia (p value = 0,000; α = 0,05; r = 0,782). Secara indepeden spiritualitas menawarkan rasa koherensi dapat membantu orang lanjut usia untuk menafsirkan kembali kehidupan mereka secara lebih positif yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidupnya. Oleh karena itu, spiritualitas sebagai faktor non-klinis dalam keperawatan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia.
Article Details
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.