OPTIMALISASI CAPAIAN TINGKAT KEPEDULIAN DAN KEMANDIRIAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH JARUM INFEKSIUS BEKAS PAKAI PADA PASIEN RSUD TEBET
Main Article Content
Abstract
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pola dan gaya hidup yang tidak sehat. Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara tertinggi pada tahun 2019 dengan jumlah penderita sebanyak 10,7 juta jiwa dan 20 - 30% diantaranya adalah pengguna insulin. Peningkatan jumlah pasien penyakit Diabetes Mellitus di Indonesia dari tahun ke tahun tentunya juga akan beriringan dengan meningkatnya jumlah pengguna insulin. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah produksi limbah jarum bekas pakai yang dihasilkan dimana limbah ini dikategorikan sebagai limbah infeksius. Ketidaktahuan masyarakat pengguna insulin dalam membuang limbah jarum insulin memerlukan perhatian yang serius. Minimnya tingkat pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pembuangan limbah jarum infeksius serta belum adanya regulasi yang mengatur terkait pembuangan limbah jarum infeksius di masyarakat, tentunya menjadikan hal ini butuh perhatian khusus, mengingat bahaya yang ditimbulkan dari pembuangan limbah jarum infeksius yang tidak sesuai prosedur. Peningkatan pemahaman dan kemandirian pasien dalam pengelolaan limbah jarum infeksius dapat menjadi salah satu solusi dari masalah ini. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan oleh tim Inovasi PELITA. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui dan meningkatkan pemahaman serta kemandirian pasien dan perlunya peran lintas sektor untuk menangani limbah infeksius jarum bekas pakai pasien yang berada di lingkungan pasien tinggal. Populasi penelitian ini adalah total pasien pengguna insulin rawat jalan di RSUD Tebet pada periode Februari sampai April 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 134 sampel. 127 pasien (98,5%) dari total pasien mengetahui cara pembuangan dan penanganan dini terhadap limbah jarum bekas pakai di rumah, 103 pasien (76,6%) mampu menyediakan wadah untuk pembuangan limbah jarum bekas pakai secara mandiri dan 121 pasien (97,01%) memiliki keinginan untuk menyebarluaskan informasi terkait penanganan dini terhadap limbah jarum bekas pakai di rumah. Program PELITA merupakan salah satu solusi yang tepat untuk menangani pembuangan Limbah Jarum Infeksius yang ada di lingkungan masyarakat terutama wilayah Tebet.
Article Details
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.