ANALISIS PEMETAAN SUHU AREA PENYIMPANAN COLD ROOM DI SALAH SATU PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) KOTA BANDUNG
Main Article Content
Abstract
Pendistribusian obat dari industri farmasi ke pasien dibutuhkan distributor yaitu Pedagang Besar Farmasi (PBF). PBF berperan penting pada bagian penyiapan, penanganan, dan pendistribusian suatu obat. Terutama pada pendistribusian cold chain product (CCP) seperti insulin, vaksin, dan obat-obatan lainnya membutuhkan suhu 2oC - 8oC. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan suhu cold room selama tujuh hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi suhu seragam dan dipertahankan dalam kriteria penerimaan di seluruh ruang cold room. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pencatat data suhu yaitu Testo 174T (mini data logger). Sebanyak sepuluh data logger digunakan untuk disimpan di titik-titik lokasi tertentu di dalam ruangan selama tujuh hari. Berdasarkan kriteria penerimaan protokol penelitian suhu harus dipertahankan antara 2°C sampai 8°C. Berdasarkan evaluasi data yang diamati suhu rata-rata minimum 5,04°C pada lokasi nomor 2 & 8 dan suhu rata-rata maksimal sebesar 5,42°C di lokasi nomor 6.
Article Details
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.