ANALISIS PEMETAAN SUHU AREA PENYIMPANAN COLD ROOM DI SALAH SATU PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) KOTA BANDUNG

Main Article Content

Firda Silvia Pramashela
Rimadani Pratiwi

Abstract

Pendistribusian obat dari industri farmasi ke pasien dibutuhkan distributor yaitu Pedagang Besar Farmasi (PBF). PBF berperan penting pada bagian penyiapan, penanganan, dan pendistribusian suatu obat. Terutama pada pendistribusian cold chain product (CCP) seperti insulin, vaksin, dan obat-obatan lainnya membutuhkan suhu 2oC - 8oC. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan suhu cold room selama tujuh hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi suhu seragam dan dipertahankan dalam kriteria penerimaan di seluruh ruang cold room. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pencatat data suhu yaitu Testo 174T (mini data logger). Sebanyak sepuluh data logger digunakan untuk disimpan di titik-titik lokasi tertentu di dalam ruangan selama tujuh hari. Berdasarkan kriteria penerimaan protokol penelitian suhu harus dipertahankan antara 2°C sampai 8°C. Berdasarkan evaluasi data yang diamati suhu rata-rata minimum 5,04°C pada lokasi nomor 2 & 8 dan suhu rata-rata maksimal sebesar 5,42°C di lokasi nomor 6.

Article Details

How to Cite
Firda Silvia Pramashela, & Rimadani Pratiwi. (2024). ANALISIS PEMETAAN SUHU AREA PENYIMPANAN COLD ROOM DI SALAH SATU PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) KOTA BANDUNG. Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(3), 74–83. https://doi.org/10.5455/nutricia.v2i3.2592
Section
Articles
Author Biographies

Firda Silvia Pramashela, Universitas Padjadjaran

Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Rimadani Pratiwi, Universitas Padjadjaran

Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran