HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR SMA KELAS XI DI SMAN 76 JAKARTA TIMUR
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik terhadap status gizi pada siswa kelas XI di SMAN 76 Jakarta Timur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 128 siswa sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner APAR-Q untuk menilai aktivitas fisik dan SQ-FFQ untuk pola makan, serta pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi. Hasil menunjukkan mayoritas siswa memiliki status gizi normal (75,8%), sedangkan 15,6% mengalami obesitas dan 8,6% memiliki gizi kurang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan status gizi (p = 0,032), di mana siswa yang mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dan lemak cenderung mengalami obesitas. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan status gizi (p = 0,084). Selain itu, faktor jenis kelamin juga memengaruhi status gizi, dengan siswa perempuan lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan laki-laki. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya peningkatan edukasi tentang pola makan sehat, penyediaan makanan bergizi di kantin, serta mendorong siswa untuk lebih aktif melalui program yang lebih menarik.
Kata Kunci: Status gizi, pola makan, pola aktivitas
This study aims to examine the relationship between dietary patterns and physical activity on the nutritional status of 11th-grade students at SMAN 76 East Jakarta. The research employed a cross-sectional approach, involving 128 students as respondents. Data were collected using the APAR-Q questionnaire to assess physical activity and the SQ-FFQ to evaluate dietary intake, along with Body Mass Index (BMI) measurements to determine nutritional status. The results showed that the majority of students had normal nutritional status (75.8%), while 15.6% were classified as obese, and 8.6% were undernourished. Statistical analysis revealed a significant relationship between dietary patterns and nutritional status (p = 0.032), with students consuming higher amounts of carbohydrates and fats being more likely to experience obesity. However, no significant relationship was found between physical activity and nutritional status (p = 0.084). Additionally, gender was found to influence nutritional status, with female students being more at risk of obesity compared to males. The study recommends improving education on healthy eating, providing more nutritious food options in school canteens, and encouraging students to be more physically active through engaging programs.
Keywords: Nutritional staìus, diet, activity patterns
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Fariza, 2013. Hubungan Status Gizi Dengan Tingkat Sosial Ekonomi Orang tua/ Wali Murid Siswa Kelas Atas Sekolah Dasar Negeri 3 Jatiluhur Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Skripsi. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta https://eprints.uny.ac.id/14200/1/Fariza%20Ahmad%20-%2041005%20-
%20FIK%20-%20Skripsi%20-%202012.pdf
Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Amelia,.
Almatsier, S. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ambarwati, F.R. 2012. Gizi Dan Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Cakrawala Ilmu.
Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC Kedokteran.
Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2010. Gizi Dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hasibuan Fitri. 2021. Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Disik Dengan Status Gizi Pada Pedagang di Pasar Raya MMTC Medan. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
Irianto, K. 2014. Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi. 1st ed. Bandung: Alfabeta.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2019. “Remaja Sehat Itu Keren”. Jakarta
Kurnia A, Melizza N, Masruroh N. 2022. “Penggunaan Sosial Media Dengan Status Gizi Pada Remaja Akhir”. Jurnal Keperawatan Priority vol 5
Mulyaningsih Atik, Susanto T, Susumaningrum Latifa. 2020. “Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Kegemukan Pada Remaja Di Wilayah Jember”. Jurnal Gizi dan Pangan 43(1):11-20
Notoatmodjo, S. 2010. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahmi, N., Azrimaidaliza, dan Edmon. 2009. “Determinan Status Gizi Remaja Putri Di MAN Model.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 3(2):72–76.
Sari Ratna. 2012. Faktor-Faktor Yang Behubungan Dengan Status Gizi Remaja Usia 12-15 Tahun di Indonesia Tahun 2007. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20294684-S-Ratna%20Indra%20Sari.pdf
Sediaoetama, A. 2010. Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat.
Spear, B. 1996. Adolescent Growth and Development Dalam Adolescent Nutrition Assessment and Management. New York: Chapman and Hall, New York.
Lathifah Dina. 2022. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja di SMAS IT Raudhatul Jannah Kota Cirebon. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Nasyiba. (2023). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Pengaruh Edukasi Gizi dengan Media Komik dan Video Animasi terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Obesitas pada Siswa SMA Negeri 98 Jakarta. 12(3), 246-252
Miranda. (2023). Jurnal Akademi Baiturrahim Jambi (JABJ). Hubungan Kesadaran dan Pengetahuan Gizi serta Kesadaran Kesehatan terhadap Status Gizi Remaja Jakarta. 12(1), 220-231
Aliefina. (2023). Jurnnal Gizi Kerja dan Produktivitas. The Association of Body Image and Intake with Nutritional Status of Student of SMA Negeri 6 Pandeglang. Volume 4 No 2, 160-169
Riset Kesehatan Dasar. (2013). BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2013. Laporan_riskesdas_2013_final.pdf (kemkes.go.id).
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Provinsi Riau hasil utama riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: Badlibangkes.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor: 2 tahun 2020 tentang standar antropometri penilaian status gizi anak.
Pakpahan, M., D. Siregar, A. Susilawaty, Tasnim, M. R. Ramdany, E.I. Manurung, E. Sianturi, M. R. G.Tompunu, Y.F. Sitanggang, & Maisyarah. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Yayasan Kita Menulis.
Rorimpandei, C. C., Kapantow, N. H., & Malonda, N. S. H. (2020). Hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja putri di desa kayuuwi dan kayuuwi satu kecamatan kawangkoan barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 9(4), https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/kesmas/article/view/29725
United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF). (2021). Strategi komunikasi perubahan sosial dan perilaku: meningkatkan gizi remaja di indonesia. Jakarta: UNICEF.
World Health Organization. (2018). Rencana aksi global kegiatan fisik 2018-2030 more active people for a healthier world. Geneva, Switzerland: WHO.