HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN, `WAKTU KERJA DAN USIA DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF KELELAHAN MATA PADA TUKANG SERVICE JAM TANGAN DI PASAR BATUAH MARTAPURA TAHUN 2024

Main Article Content

Khairatul Ulya
Juanda Juanda
Abdul Khair

Abstract

Eye fatigue is tension in the eyes caused by using the sense of sight in work that requires the ability to see for long periods of time. One of the physical factors that can interfere with work transmission is lighting, apart from that, working time is also one of the factors that causes eye fatigue to occur (Anggriani, Ramdan and Lusiana, 2019). The age of the workforce is sufficient to determine success in carrying out a job, young workers aged 20-45 years who have strong physical abilities can increase work productivity (Naintikasari, 2016). The aim of this research is to determine the relationship between lighting intensity, working time and age with subjective complaints of eye fatigue in watch service workers. This type of research is observational analytic using a cross sectional approach. The number of samples is 30 people. Statistical analysis uses the chi-square test. The results of the chi-square statistical test showed that there was no relationship between lighting intensity (p = 1), working time (p = 0.903), age (p = 1) and subjective complaints of eye fatigue from watch service workers. It is hoped that it can be used as input for workers to further increase their knowledge and understanding related to lighting and to be able to manage rest times.Keywords : Drinking Water Source, Physical Quality, Diarrhea in Toddlers


Kelelahan mata adalah ketegangan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu yang lama. Salah satu dari faktor fisik yang dapat mengganggu jalannya pekerjaan adalah pencahayaan, selain itu waktu kerja juga salah satu faktor yang menjadi penyebab kelelahan mata itu terjadi (Anggriani, Ramdan and Lusiana, 2019). Usia tenaga kerja cukup menentukan keberhasilan dalam melakukan suatu pekerjaan, tenaga kerja yang berumur muda 20-45 tahun mempunyai kemampuan fisik yang kuat dapat meningkatkan produktivitas kerjanya (Naintikasari, 2016). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan intensitas pencahayaan,waktu kerja , dan usia dengan keluhan subyektif kelelahan mata pada tukang service jam tangan. Jenis penelitian bersifat analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 30 orang. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistic chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara intensitas pencahayaan (p = 1), waktu kerja (p=0,903), usia (p = 1) dengan keluhan subyektif kelelahan mata tukang service jam tangan. Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pekerja untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang berkaitan dengan pencahayaan dan dapat mengatur waktu istirahat.

Article Details

How to Cite
Ulya, K., Juanda, J., & Khair, A. (2024). HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN, `WAKTU KERJA DAN USIA DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF KELELAHAN MATA PADA TUKANG SERVICE JAM TANGAN DI PASAR BATUAH MARTAPURA TAHUN 2024. Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 91–100. https://doi.org/10.5455/nutricia.v8i2.5966
Section
Articles
Author Biographies

Khairatul Ulya, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan

Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714

Juanda Juanda, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan

Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714

Abdul Khair, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan

Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714

References

DAFTAR PUSTAKA

Alfonso, W. (2022) ‘Hubungan Intensitas Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pekerja Penjahit di Pusat Pasar Kota Medan Tahun 2022’. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Alimudin, N. I., Josephus, J., & Akili, R. H. (2016). ‘Hubungan Antara Stres Kerja dan Masa Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Tukang Jahit Di Kompleks Gedung President Pasar 45 Kota Manado’. Ikmas, 1(7), 73–84.

Anggriani, Y., Ramdan, I.M. and Lusiana, D. (2019) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Kelelahan Mata pada Pengrajin Sarung Tenun Kota Samarinda’, Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan, 4(8), 505-517

Chandraswara, B.N. and Rifai, M. (2021) ‘Hubungan antara Usia, Jarak Penglihatan dan Masa Kerja dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pembatik di Industri Batik Tulis Srikuncoro Dusun Giriloyo Kabupaten Bantul’, Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 38–44.

Departemen Kesehatan RI. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Fatmayanti, D., Fathimah, A. and Asnifatima, A. (2022) ‘Hubungan Intensitas Pencahayaan Terhadap Keluhan Kelelahan Mata pada Pekerja Bagian Menjahit (Sewing) Garmen PT. Sawargi Karya Utama di Kota Bogor Tahun 2020’, Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 5(5), 380–384.

Firdani, F. (2020) ‘Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pekerja Operator Komputer’, Jurnal Endurance, 5(1), 64-70.

Ganong. (1990). Fisiologi Kedokteran Alih Bahasa Adji Dharma. Jakarta: EGC

Internasional Labour Organization (ILO). (2018). Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sarana untuk Produktivitas. Katalog dalam Data Pubikasi. Jakarta: Internasional Labour Organization.

Jehung, B.Y., Suwarto, S. and Alfanan, A. (2022) ‘Hubungan Intensitas Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Karyawan di Kampus Universitas Respati Yogyakarta Tahun 2021’, Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(1), 77-86.

Mahendrastari, R. (2006). Anakku dan Kacamata. Seminar Awam Auditorium

R.S.I.B. Jakarta.

Mulono Apriyanto, Dewi Farah Dib, A., Nurdiana, Latarus Fangohoi, M.R.M.S. and Kristianto, Pramita Laksitarahmi Isrianto, Y.E.S. (2021). Metodologi Penelitian Pertanian. Yogyakarta: NUTA MEDIA.

Naintikasari PD. Hubungan Umur, Kelelahan Mata dan Intensitas Pencahayaan dengan Produktivitas Kerja pada Pekerja Konveksi. Fak Kesehat Masy Univ Muhammadiyah Semarang. 2016

Naintikasari PD. Hubungan Umur, Kelelahan Mata dan Intensitas Pencahayaan dengan Produktivitas Kerja pada Pekerja Konveksi. Fak Kesehat Masy Univ

Muhammadiyah Semarang. 2016 Kerja pada Pekerja Konveksi. Fak Kesehat Masy Univ Muhammadiyah Semarang. 2016

Naintikasari, P. D. (2016). Hubungan Umur, Kelelahan Mata Dan Intensitas Pencahayaan dengan Produktivitas Kerja pada Pekerja Konveksi. Semarang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Notoatmodjo, Soekidjo. (1993). Pengantar Pendidikan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset

Pabala, J.L., Roga, A.U. and Setyobudi, A. (2021) ‘Media Kesehatan Masyarakat Hubungan Usia, Lama Kerja Dan Tingkat Pencahayaan Dengan Kelelahan Mata ( Astenopia ) Pada Penjahit Di Kelurahan Kuanino Kota Kupang, Jurnal Media Kesehatan Masyarakat, 3(2), 215–225.

Padmanaba CGR. (2006). Pengaruh Penerangan Dalam Ruang Terhadap Produktivitas Kerja Mahasiswa Disain Interior. Dimensi Interior. 4 (2), 56-73.

Pamekar. (1992). Pemeriksaan Refraksi Sederhana. Majalah Kedokteran Indonesia, 42(11): 54-57.

Permenkes No. 05 Tahun 2018 Tentang Nilai Tingkat Pencahayaan yang Diizinkan di Tempat Kerja

Pheasant, Stephen. (1991). Ergonomics, Work and Health. Maryland. Aspen Publishers, Insc: Maryland, Gaithersburg

Priadana, S. and Sunarsi, D. (2021) Metode Penelitian Kuantitatif. Tangerang Selatan: Pascal Books.

Putra, R.N.G., Nugraha, A.E. and Herwanto, D. (2021) ‘Analisi Pengaruj Intensitas Pencahayaan Terhadap Kelelahan Mata Pekerja’, Jurnal Teknika, 15(1), 81–97.

Ridley, John. (2008). Ikhtisar Kesehatan & Keselamatan Kerja Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Roestijawati, N., (2007). Sindrom Dry Eye pada Pengguna Visual Display Terminal (VDT). Jurnal Cermin Dunia Kedokteran, 34(154), 29-34.

SNI 7062 Tahun 2019 Tentang Pengukuran Intensitas Pencahayaan di Tempat Kerja.

Sugiyono (2017) Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suma’mur. (2014). Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta: Gunung Agung.

Sya’ban, A. R., & Riski, I. M. R. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Kelelahan Mata (Asstenopia) pada Karyawan Pengguna Komputer PT. Grapari Telkomsel Kota Kendari. Prosiding Sembistek 2014, 754–768.

Syapitri, H., Amila and Juneris Aritonang (2021) Metodologi Penelitian Kesehatan. Malang: Ahlimedia Press.

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

UNEP. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia;www.energyefficiencyasia.org. (2006).

WHO (World Health Organization). (2010). Global Data on Visual Impairments.

Wirgunatha, M.W. and Adiputra, L.M.I.S.H. (2019) ‘Prevalensi Dan Gambaran Kelelahan Mata Pada Penjahit Garmen Di Kota Denpasar’, E-Jurnal Medika, 8(4), 1–8.