HUBUNGAN PENGETAHUAN , SOSIAL BUDAYA DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT DI PUSKESMAS PERDANA TAHUN 2024
Main Article Content
Abstract
ABSTRAK
Susuk atau implant merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif berjangka waktu 3 tahun. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Hubungan pengetahuan, Sosial Budaya dan dukungan suami Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi di bawah kulit Di Puskesmas Perdana Tahun 2024 Metode : Peneliti pada rancangan ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian cross sectional dengan populasi 125 responden, cara pengambilan sampel accidental sampling intrumen penelitian yg digunakan kuesioner. Uji statistis bivariat mengunakan chi-square. Hasil : diketahui yang menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 70 responden (70%) , reponden yang berpengatahuan baik sebanyak 77 responden (77%) , bahwa responden yang mengikuti social budaya 58 responden (58%) dan responden yang mendapatkan dukungan suami yaitu 56 responden (56%). Berdasarkan hasil analisa bivariat dengan Uji statistic menggunakan Chi-Square didapatkan p-value = 0,019 (p< 0,05) variable pengetahuan dengan memiliki peluang 2.19, didapatkan p-value = 0,100 (p< 0,05), pada Social budaya memiliki peluang 1.934, p-value = 0,017 (p< 0,05), pada Dukungan suami memiliki peluang 1.66, Menyarankan kepada pasien/ responden untuk memahami informasi tentang kontrasepsi harus di dapatkan dari sumber yang benar, seperti tenaga kesehatan dan bidan. Dan melibatkan suami untuk melakukan pemilihan alat kontrasepsi.Kesimpulan : berdasarkan hasil didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 77 (77%) responden. saran : kepada pasien/ responden untuk memahami informasi tentang kontrasepsi yang didapatkan dari sumber yang benar, seperti tenaga kesehatan/ bidan. melibatkan suami dan keluarga dalam pemilihan alat kontrasepsi.
Susuk or implant is one of the effective contraceptive methods with a period of 3 years. Research objectives: To determine the relationship between knowledge, socio-culture and husband's support for the use of contraceptives under the skin at the first health center in 2024 Method: The researcher in this design uses a cross sectional design. Cross sectional research with population, accidental sampling method, research instrument used questionnaire. The bivariate static test uses chi-square. Results: It is known that 70 respondents (70%) used contraceptives, 77 respondents (77%) who were well educated, that 58 respondents (58%) who participated in socio-cultural and 56 respondents (56%) who received the support of their husbands. Based on the results of bivariate analysis with statistical tests using Chi-Square, it was obtained that p-value = 0.019 (p< 0.05) variable knowledge by having a chance of 2.19, obtained p-value = 0100 (p< 0.05), in socio-cultural has a chance of 1,934, p-value = 0.017 (p< 0.05), in husband support has a chance of 1.66, Suggesting to patients/respondents to understand information about contraception must be obtained from the right sources, such as health workers and midwives. And involve the husband to choose contraceptives. Conclusion: based on the results, it was obtained that 77 (77%) respondents had good knowledge. Advice: To patients/respondents to understand information about contraception obtained from the right sources, such as health workers/midwives. involve husbands and families in the selection of contraceptives.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
DAFTAR PUSTAKA
Suratun. Pelayanan Keluarga Berencana. Dki Jakarta: Cv.Trans Info Media; 2021
Ari Sulistyawati. Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Anggraini, Yetti; 2012.
Dr, Lucky Taufika Yuhedi, Titik Kurniawati Ss. Kependudukan Dan Pelayanan Kb. 2018.
Angreini A. Pelayanana Keluarga Berencana.World Health Organization. World Health Statistics 2019. World Health Organization. 2019. 180 P.
Kesehatan K, Indonesia R. 2021 Profil Kesehatan Indonesia. 2020.
Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Keluarga Berencanan Nasional, Departemen Kesehatan, Macro International. Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia 2012. Sdki. 2021;16.
Bkkbn. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2021. 2020;95.
Ayu. Hubungan Pengetahuan Ibu Usia Subur Tentang Alat Kontrasepsi Bawah Kulit Dengan Tingkat Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit Di Klinik Rehulina Br Sitepu Desa Bandar Khalifah Pada Tahun 2021. 2021.
Yulviana R. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit Di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2021. 2020;Xi(78):122–7.
Alfiah Id. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Kontrasepi Jangka Panjang Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2021. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2021.
Wawan.A Dan Dewi. Teori Dan Pemgukuran Pengetahuan, Sikap Dan Prilaku Manusia. 2010.
Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (Bkkbn). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2020 Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional. 2020;1–102.
Hasmiatin. Hubungan Pengetahuan, Dukungan Suami Dan Budaya Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant Pada Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2020. 2020;
Zulfa H. Konseling Dan Dukungan Suami Dengan Minat Ibu Dalam Pemakaian Kontrasepsi Implan. 2019;14(10):5–9.
Rizali Mi, Ikhsan M, Salmah Au. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Suntik Di Kelurahan Mattoangin Kecamatan Mariso Kota Makassar Factors Associated Withcontraceptive Injection Method Selectionin Mattoangin Sub-District, Mariso District, Makassar City. Fakt Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Metod Kontrasepsi Suntik Di Kelurahan Mattoangin Kec Mariso Kota Makassar. 2021;176–83.
Afandi. Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. 2011.
Irianto K. Keluarga Berencana Untuk Paramedis Dan Nonmedis. Bandung: Yrama Widya. 2012.