DAMPAK PERILAKU HYBRID ISLAMISME TERHADAP IDEOLOGI KEISLAMAN SISWA ROHIS DI SMA NEGERI 4 GOWA

Main Article Content

Ayu Indah Pratiwi
Mirzon Daheri

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak perilaku hybrid Islamisme terhadap ideologi keislaman dan moderasi beragama siswa ROHIS Rausyanfikr di SMA Negeri 4 Gowa. Hybrid Islamisme, yang memadukan praktik keagamaan tradisional dengan teknologi digital, telah menjadi bagian dari kehidupan keagamaan generasi muda. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan siswa-siswi aktif ROHIS sebagai subjek, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa ROHIS memiliki tingkat literasi digital yang tinggi, namun tetap membutuhkan bimbingan dalam menyaring informasi keagamaan di dunia maya. Interaksi dengan konten keagamaan di media sosial mempengaruhi pemahaman dan praktik keagamaan mereka, baik secara positif maupun negatif. Hybrid Islamisme juga dapat memperkuat kecenderungan individualisme dan eksklusivisme dalam ideologi keislaman siswa, meskipun di sisi lain, mendorong mereka untuk lebih aktif dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan.


Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan moderasi beragama dan literasi digital di kalangan siswa ROHIS. Guru PAI dan pembina ROHIS perlu membekali siswa dengan keterampilan kritis dalam berinteraksi dengan konten keagamaan di dunia maya, serta mendorong sikap terbuka dan toleran. Dengan demikian, siswa ROHIS diharapkan dapat memanfaatkan potensi positif hybrid Islamisme, menghindari dampak negatifnya, dan menjadi generasi muda Muslim yang moderat dan berkontribusi positif.

Article Details

How to Cite
Pratiwi, A. I., & Daheri, M. (2024). DAMPAK PERILAKU HYBRID ISLAMISME TERHADAP IDEOLOGI KEISLAMAN SISWA ROHIS DI SMA NEGERI 4 GOWA. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 6(5), 110–120. https://doi.org/10.9644/sindoro.v6i5.5540
Section
Articles

References

Darmawan, D. (2012). “Jangan Bakukan Aku” Identitas Hybrid Islam Di Indonesia. Jurnal Kawistara, 2(2). https://doi.org/10.22146/kawistara.3969

Ahmed, R. (2018). The Role of Islam in Shaping Educational Practices: A Qualitative Inquiry. Journal of Muslim Minority Affairs, 38(1), 35-52. https://doi.org/10.1080/13602004.2018.1431575

Arifin, M. (2019). Hybrid Islamism and Its Impact on Indonesian Muslim Youth. Journal of Indonesian Islam, 13(2), 251-274.

Corbin, J., & Strauss, A. (2015). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (4th ed.). SAGE Publications.

Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1-4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11

Fahrurrozi, M. (2020). Digital piety and the rise of hybrid Islamism among Indonesian Muslim youth. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 58(2), 339-364.

Hidayat, R. (2021). The influence of social media on religious radicalization among Indonesian youth. Journal of Religion and Conflict, 11(1), 57-78.

Kementrian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Khan, N. A. (2021). The Impact of Religious Hybridization on Youth Identity. Youth & Society, 53(4), 744-768. https://doi.org/10.1177/0044118X20926804

Khatimah, A. H. (2024, 15 Agustus). Wawancara pribadi.

Liamputtong, P. (2013). Qualitative research methods (4th ed.). Oxford University Press.

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). John Wiley & Sons.

Mubarok, Z. (2021). The role of Islamic student organizations in promoting religious moderation in Indonesia. Studia Islamika, 28(1), 1-26.

Mulia, N. (2018). Islam dan Tantangan Keberagaman: Merawat Toleransi dan Menolak Ekstremisme. Jakarta: Mizan Pustaka.

Mulyaden, A. (2021). Ideologi Islam Tradisionalis dalam Tafsir. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(2), 187–197. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15575/jis.v1i2.11898

Nabhani, T. A. (2003). Peraturan Hidup Dalam Islam (Nizham al-Islam), alih bahasa Abu Amin dkk (cet. III). Pustaka Thariqul Izzah.

Nasrullah, R. (2016). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya Dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Nasution, M. (2020). Pendidikan Agama di Era Digital: Tantangan dan Peluang. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurzeha, F. K. (2023). Pengaruh perilaku Hybrid Islamisme pada Ideologi Keislaman dan moderasi beragama siswa kerohanian Islam (ROHIS) di SMA Negeri 8 Malang. [Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. http://etheses.uin-malang.ac.id/54603/

Pratiwi, D. (2020). The impact of social media on the religious identity of Indonesian Muslim youth. Journal of Youth Studies, 23(3), 345-362.

Rasjidi, H. (1977). Empat Kuliah Agama Islam. Bulan Bintang.

Riki, M. (2024, 14 Agustus). Wawancara pribadi.

Rohinah. (2021). Hybrid Islamism: Remaja Muslim, Aktivisme Keislaman, Dan Politik Identitas Kerohanian Islam (Rohis) Di Sekolah Dan Madrasah,” Disertasi, 2021. [UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta]. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/46993

Sari, N. (2022). The relationship between online religious engagement and religious tolerance among Indonesian Muslim youth. Journal of Interreligious Studies, 22, 123-145.

Shihab, M. Q. (2017). Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Lentera Hati.

Wijaya, A. (2023). The challenges and opportunities of promoting religious moderation in the digital age. Journal of Southeast Asian Studies, 52(2), 289-312.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.