Pencegahan Tindakan Catcalling Terhadap Wanita (Implementasi QS. An- Nur Ayat 30-31 Perspektif Tafsir Al-Munir)

Main Article Content

Aisyah Faradilla
Dr. H Sugeng Wanto, M.Ag
Dr. Muhammad Faisal, M.Us

Abstract

Abstrak


Catcalling adalah bentuk pelecehan seksual verbal yang sering dialami oleh perempuan di ruang publik. Dengan saling mematuhi aturan-aturan yang disebutkan, laki-laki dan perempuan dapat bekerja sama untuk meminimalisir pelecehan. Perempuan yang berpakaian terbuka maupun yang tertutup tidak terlepas dari risiko mengalami catcalling. Perempuan yang berpakaian terbuka sering kali menjadi lebih rentan dan termarginalkan akibat pakaian yang mereka kenakan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan sumber utama kitab tafsir Al- Munir karya Wahbah Azzuhaili, serta berfokus pada analisis QS. An-Nur 30-31 dengan pendekatan Maudu’i. Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan antara menundukkan pandangan dan etika berpakaian sebagai langkah pencegahan pelecehan seksual. Langkah preventif ini harus dilakukan oleh kedua belah pihak, baik laki-laki maupun perempuan. Jadi, meskipun perempuan sudah berpakaian tertutup, itu masih belum cukup untuk mencegah pelecehan; laki-laki juga harus menundukkan pandangannya. Dengan saling mematuhi aturan-aturan yang disebutkan, laki-laki dan perempuan dapat bekerja sama untuk meminimalisir pelecehan seksual secara verbal atau catcalling

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Daftar Referensi

References

Alfian Rokhmansyah. (2016). Pengantar Gender dan Feminisme Pemahaman Kritis Awal Sastra Feminisme, h 10 (10 Yogyakarta: Penerbit Garudhakca, 2016) (Ed.)).

Alfiansyah. (2021). Komnas perempuan: Catcalling adalah pelecehan seksua. Gatra.Com.Https://Www.Gatra.Com/Detail/News/513727/Hukum/Komnas-Perempuan-Catcalling-Adalahpelecehan -Seksualdiaksespadatanggal 25Maret2024 Pukul21.00WIB.

AndHita Dessy Wulansari. (2012). Penelitian Pendidikan: Suatu Pendekatan Praktis dengan Menggunakan SPSS , h 21 (2012) h. 61 Ponorogo: Stain Po Press (Ed.)).

Anjar, Y. A., Bukhari, B., & Utari, N. H. (2021). Kontruksi Sosial dan Eksistensi Perempuan Bercadar. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 15(1), 92–117. https://doi.org/10.24815/jsu.v15i1.21989

Azzuhaili, W. (n.d.). Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syariah, Manhaj, Jil. 9, h 499.

Cholil, M. (2013). "Psikologi keluarga Islam: berwawasan gender. (Malang: UIN Maliki ).

Collen O’Leary, C. A. a. (2016). Double Edge Sword”: Midwestern Women, Their Experiences and The Implications of Men’s Catcalling Behaviors. hal. 32.

Dewi, R. (2020). Kedudukan Perempuan Dalam Islam dan Problem Ketidakadilan Gender. NOURA: Jurnal Kajian Gender Dan Anak, 4(1), 1–43.

Erwinda, L., Nirwana, H., & Afdal, A. (2020). Analysis of sexual harassment instruments by Rasch Modeling to identify sexual harassers. COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education, 5(1), 1–5. https://doi.org/10.23916/0020190417540

Heyder Affan. (2019). No Title. Https://Www.Bbc.Com/Indonesia/Indonesia-49014401diaksespadatanggal 25Maret2024 Pukul22.00WIB.

Hidayat, A., & Setyanto, Y. (2020). Fenomena Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual secara Verbal terhadap Perempuan di Jakarta. Koneksi, 3(2), 485. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6487

Hidayatullah. (2024). UlamaKontemporer. Hhtp://Www.Hidayatullah.Com.Berita.International.Read.Ulama.Kontenporer-Dunia-Syeikh-Wahbah-Zuhaili-Berpulang.Html. Diakses Pada 18 Juni 2024.

Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah. (2007). jangan dekati zina, h 12 (Jakarta:Da).

Imam Qurthubi. (2008). Tafsir Al-Qurthubi, terj. M. Abdul Ghoffar,, Jil. 12, 561 (2008 Jakarta: PustakaAzzam (Ed.)).

Kitab, S., & Karya, T. R. A. R. (2016). WAHBAH AL-ZUH } AILI < DAN CONTOH Islam , serta dapat memberikan pengertian yang komprehensif produk hukum . 1 Oleh karena fungsinya yang sangat strategis. Analisis, XVI, 147–148.

Luqman al-Hakim. (2018). Memahami Argumentasi Cadar/Burqho’: Sebagai Aplikasi Perintah dan Hikmah Menahan Padangan Mata Menurut Perspektif Al-Qur’an Dan Sunnah, h 8 (2018 Tasikmalaya: Penerbit Muwahib (Ed.)).

M. Quraish Shihab. (2014). Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, h 38 (Jakarta:Le).

M.Quraish shihab. (n.d.). Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, 88.

Mansour Fakih. (2013). Analisis gender dan transformasi sosial, h 8. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2013.

Mestika Zed. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan, h 3 (2008) h. 3. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia (Ed.)).

Muhammad Idrus. (2009). Metode Penelitian Ilmu Sosial, h 24 (2009) h. 24 Yogyakarta: Erlangga (Ed.)).

Narwoko, S. (2009). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, h 322 (322 Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2009) (Ed.)).

Nurcholis Madjid. (2008). Islam, Kemoderenan, dan Keindonesiaan, h 32 (B. M. Pustaka (Ed.)).

Olivia Farmer, dkk. (2017). Experiences Of Women Coping With CatcallingExperiences In New York City: A Pilot Study, h 3. Joural Of Feminist Family Theraphy.

Purnama Ayu Rizky. (2024). Catcallingdan Mimpi Buruk Perempuan di Jalan. Https://Www.ALinea.Id/Gaya-Hidup/Catcalling-Dan-Mimpi-Buruk-Perempuan-Di-Jalan-B1UvT9I8/ Diakses 17 Juli 2024.

Puspitasari, Y. N. H. (2019). Catcalling Dalam Perspektif Gender, Maqasid Syariah Dan Hukum Pidana. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Sakina, A. I. (n.d.). "Menyoroti budaya patriarki di Indonesia. h 71-80. Share Social Work Journal, 7(1).

Susanto, N. H. (2016). Tantangan Mewujudkan Kesetaraan Gender Dalam Budaya Patriarki. Muwazah, 7(2). https://doi.org/10.28918/muwazah.v7i2.517

Terhadap, T. A., & Poligami, A. (2018). Tafsir wahbah al-z uhaili analisis pendekatan, metodologi, dan corak tafsir al-munir terhadap ayat poligami. 39–40.

Wahbah Azzuhaili. (n.d.-a). Tafsir AL-Munir: Aqidah, Syariah, Manhaj, Jil. 7, 462.

Wahbah Azzuhaili. (n.d.-b). Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syariah, Manhaj, Jil. 9, 497.

Wahbah Azzuhaili. (n.d.-c). Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syariah, Manhaj, Jil. 9, 498.

Wahbah Azzuhaili. (2013). Tafsir Al-Munir, Akidah, Syariah, Manhaj, jilid 9, h 505 (2013 Jakarta: Gema Insani (Ed.)).

wening Udasmoro. (n.d.). No TitleWidya Nayati, Interseksi Gender; Perspektif Multinasional Terhadap Diri, Tubuh, dan Seksualitas dalam Kajian Gender, h 8 (Y. G. M. Press (Ed.)).