PERSEPSI PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN UMUM (PEMILU) PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 2004/2029 DI KABUPATEN TANGGAMUS
Main Article Content
Abstract
Pemilih pemula merupakan masyarakat negara yang didaftar oleh penyelenggara Pemilu pada daftar pemilih, serta baru mengikuti pemilu (menyampaikan suara) pertama kali semenjak pemilu yang diselenggarakan di Indonesia menggunakan rentang usia 17-21 tahun. Dimana mereka tidak mempunyai pengalaman voting pada pemilu sebelumnya, namun ketiadaan pengalaman bukan berarti mencerminkan keterbatasan menyalurkan aspirasi politik. Teori yang digunakan iyalah Teori Proses pembentukan persepi menurut Damayanti(2017:11) yang memiliki 5 dimensi : Penerimaan sensorik, Pengorganisasian, Pembentukan pola, Persepsi ruang dan waktu, Kesalahan persepsi dan distorsi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi Pemilih Pemula Pada Pemilihan Umum (PEMILU) Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024/2029 Di Kabupaten Tanggamus sudah optimal.Dalam hal ini aspek pendukung yaitu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tanggamus telah memiliki program sosialisasi yang sangat berpengaruh untuk penciptakan persepsi dan pandangan pemiih pemula terhadap Pemilu, strategi sosialisasi yang dilangsungkan 4 bulan sebelum pelaksanaan pemilu, adanya kerjasama yang baik dengan Dinas Pendidikan Wilayah 2 dan juga Lembaga-lembaga terkait seperti sekolah dan kampus. Selain dari pada aspek pendukung ditemukan juga spek penghambat yaitu, Kurangnya waktu yang diberikan oleh KPU dalam mensosialisasikan pemilu, dan Sumber Daya Manusia yang masih memiliki sikap apatis terhadap pemilu.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.