UPACARA NGEREBEG WRASPATI NGEPIK DI DESA ADAT TEGAL DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG-BALI
Main Article Content
Abstract
Masyarakat memilki peran penting dalam melestarikan warisan budaya yang diterima secara turun temurun, dalam zaman yang semakin modern ini dan munculnya budaya-budaya asing dari berbagai kalangan akan memungkinkan kebudayaan yang diwariskan dapat hilang, baik itu makna maupun cara yang sudah lama dilakukan. Salah satu warisan budaya tersebut adalah upacara ngerebeg wraspati ngepik di Desa Adat Tegal Darmasaba. Upacara ngerebeg wraspati ngepik memiliki tujuan sebagai upaya menolak marabahaya dan bencana yang sewaktu-waktu mungkin akan menimpa warga Desa Adat Tegal Darmasaba, warga desa tetap melaksanakan upacara ngerebeg wraspati ngepik ini dikarenakan kepercayaan yang mengakar yang diturunkan dari nenek-moyang. Apabila tidak dilaksanakan mereka akan terkena penyakit atau bencana. Oleh karena itu, warga Desa Adat Tegal Darmasaba pantang tidak melaksanakan upacara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui dan memahami secara mendalam mengenai upacara ngerebeg wraspati ngepik masyarakat Desa Adat Tegal Darmasaba, (b) mengetahui dan mendeskripsikan prosesi upacara ngerebeg wraspati ngepik dan mengetahui serta mendeskripsikan makna upacara ngerebeg wraspati ngepik masyarakat Desa Adat Tegal Darmasaba. Dikaji dengan teori W. Robertson Smith dan Emile Durkheim. Konsep yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah upacara ngerebeg wraspati ngepik, desa adat, prosesi, dan makna. Dengan demikian, penelitian ini menggunakan metode penelitian etnografi yang masuk dalam penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serangkaian prosesi yang dilakukan pada upacara ngerebeg wraspati ngepik dan makna dari upacara ngerebeg wraspati ngepik bagi masyarakat Desa Adat Tegal Darmasaba. Adapun makna dari upacara ngerebeg wraspati ngepik bagi masyarakat Desa Adat Tegal Darmasaba, yaitu memiliki makna religius, makna solidaritas sosial, dan makna pemertahanan identitas budaya lokal sehingga upacara ngerebeg wraspati ngepik ini tetap dipertahankan serta upacara ini masyarakat anggap sebagai suatu kewajiban yang harus terus dilakukan
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.