STRATEGI PENGELOLAAN BUMDES DURENSEWU DALAM PENDEKATAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE THE MANAGEMENT STRATEGY OF BUMDES DURENSEWU THROUGH A GOOD CORPORATE GOVERNANCE APPROACH

Main Article Content

Khumaidi Khumaidi
Niswatin Niswatin

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip Good corporate governance (GCG) dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Durensewu, khususnya pada wisata Telaga Sewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GCG di BUMDes Durensewu telah memberikan dampak positif signifikan terhadap kinerja dan transparansi organisasi. Masyarakat merasakan peningkatan kepercayaan yang berasal dari praktik transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik. Namun, terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti responsivitas terhadap umpan balik masyarakat dan independensi dalam pengambilan keputusan. Perbandingan dengan BUMDes lainnya mengindikasikan bahwa Durensewu perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan. Rekomendasi strategis meliputi penguatan struktur organisasi dengan pembentukan komite independen, peningkatan kapasitas manajerial melalui pelatihan, dan pengembangan mekanisme responsif untuk umpan balik masyarakat. Selain itu, diversifikasi sumber pendanaan dan strategi pemasaran yang lebih inovatif dianjurkan untuk meningkatkan pendapatan dari wisata Telaga Sewu. Penelitian ini juga menyarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan untuk analisis perbandingan yang lebih mendalam antara BUMDes di berbagai daerah serta studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penerapan GCG. Keseluruhan, penerapan GCG yang efektif diharapkan dapat memperkuat kinerja BUMDes Durensewu dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat desa.


Kata Kunci – Good corporate governance, BUMDES.


 


This study explores the application of Good corporate governance (GCG) principles in the management of the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Durensewu, particularly focusing on the Telaga Sewu tourist attraction. The findings indicate that the implementation of GCG at BUMDes Durensewu has had a significant positive impact on organizational performance and transparency. The community has experienced increased trust due to improved transparency and accountability practices. However, challenges such as responsiveness to community feedback and decision-making independence need to be addressed. Comparisons with other BUMDes suggest that Durensewu should adopt best practices to enhance management effectiveness. Strategic recommendations include strengthening organizational structure with the establishment of an independent committee, enhancing managerial capacity through training, and developing responsive mechanisms for community feedback. Additionally, diversifying funding sources and adopting more innovative marketing strategies are advised to boost revenue from the Telaga Sewu tourist attraction. The study also recommends conducting further research for a more in-depth comparative analysis of BUMDes across different regions and longitudinal studies to evaluate the long-term impact of GCG implementation. Overall, effective application of GCG is expected to strengthen the performance of BUMDes Durensewu and contribute to the welfare of the village community.


Keywords – Good corporate governance, BUMDes

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Khumaidi, K., & Niswatin, N. (2024). STRATEGI PENGELOLAAN BUMDES DURENSEWU DALAM PENDEKATAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE THE MANAGEMENT STRATEGY OF BUMDES DURENSEWU THROUGH A GOOD CORPORATE GOVERNANCE APPROACH. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 4(12), 111–120. https://doi.org/10.6578/triwikrama.v4i12.5949
Section
Articles
Author Biographies

Khumaidi Khumaidi

Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Universitas Yudharta Pasuruan

Niswatin Niswatin, Universitas Yudharta Pasuruan

Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Universitas Yudharta Pasuruan

References

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, A. H. (2022). Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Objek Wisata, Dan Retribusi Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah. Jurnal Sosial Ekonomi Bisnis, 2(1), 50–61.

Andjarwati, T. (2015). Motivasi dari sudut pandang teori hirarki kebutuhan Maslow, teori dua faktor Herzberg, teori xy Mc Gregor, dan teori motivasi prestasi Mc Clelland. JMM17: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Manajemen, 2(01).

Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 1–9.

Berliandaldo, M., Chodiq, A., & Fryantoni, D. (2021). Kolaborasi dan Sinergitas Antar Stakeholder dalam Pembangunan Berkelanjutan Sektor Pariwisata Di Kebun Raya Cibinong. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis Dan Manajemen Indonesia, 4(2), 221–234.

Endah, K. (2020). Pemberdayaan masyarakat: Menggali potensi lokal desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135–143.

Fitriyani, I., Sudiyarti, N., & Fietroh, M. N. (2020). Strategi manajemen bisnis pasca pandemi covid-19. Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, 1(2), 87–95.

Hana, F. (2020). Strategi Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Pasuruan. Jurnal Kebijakan Dan Manajemen Publik (JKMP), 8(1), 29–33.

Moleong, L. J. (2014). Mtodologi Peneitian Kualitatif. In Remaja Rosdakarya. https://hsgm.saglik.gov.tr/depo/birimler/saglikli-beslenme-hareketli-hayat-db/Yayinlar/kitaplar/diger-kitaplar/TBSA-Beslenme-Yayini.pdf

Mutolib, A., Nikmatullah, D., & Effendi, I. (2019). Kontribusi Dana Desa dalam Pembangunan Badan Usaha Milik Desa Di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. JSHP: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 3(1), 10–19

Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif (Vol. 1, Issue 1). http://e-journal.usd.ac.id/index.php/LLT%0Ahttp://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/viewFile/11345/10753%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.04.758%0Awww.iosrjournals.org

Salmiah, N., Nanda, S. T., & Adino, I. (2021). Peranan KADes Dalam Meningkatkan Kinerja BUMDes: Survey Pada BUMDes Amanah Sejatera Desa Sungai Buluh Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Akuntansi Kompetif, 4(1), 65–74.

Senjani, Y. P. (2019). Peran sistem manajemen pada BUMDes dalam peningkatan pendapatan asli desa. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 23–40.

Syaivudin, M. (2023). Memprediksi jumlah pengunjung menggunakan Metode Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation (Studi Kasus: Objek Wisata Pemandian Alam Banyubiru). Universitas Merdeka Pasuruan.

Thalib, M. A. (2022). Pelatihan Analisis Data Model Miles dan Huberman untuk Riset Akuntansi Budaya. Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah, 5(1), 23–33.

Welley, M. M., Koleangan, R. A. M., & Kawung, G. M. V. (2021). Perbandingan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi siskeudes dalam pengelolaan keuangan desa dan dampaknya terhadap pembangunan desa. Jurnal Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 19(4), 79–91.

Wowor, M., Singkoh, F., & Waworundeng, W. (2019). Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Desa Kamanga Kecamatan Tompaso. Jurnal Eksekutif, 3(3).

Firdausijah, R. dkk. (2023). Judul Buku. PT Global Eksekutif Teknologi. ISBN 978-623-198-375-6.

Kusuma, M. (2012). Pengaruh Akuntabilitas Terhadap Transparansi Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Cahaya aktiva, Vol 2. No 2

Graham, John, Bruce Amos dan Tim Plumptre. (2003). Principles for Good Governance in the 21st Century Policy Brief No.15. Institute On Governance. www.iog.ca

Kooskora, Mari. (2008). Corporate Governance from The Stakeholder Perspective, in The Context of Estonian Business Organizationsaltic. Baltic Journal of Management. Vol. 3 No. 2, p. 193-217.

Dietrich, D. dan B. Jindra. (2009). Corporate Governance in The Multinational Enterprise: A Financial Contracting Perspective. International Business Review, p. 1-11. DOI:10.1016/j.ibusrev.2009.06.003.

Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance (KNKG). (2008). Pedoman Umum Good corporate governance Indonesia.