PERAN ETIKA DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA: STUDI KASUS KONFLIK ANTAR ETNIS JAWA DAN PALEMBANG DI LINGKUNGAN KERJA
Main Article Content
Abstract
Artikel ini menganalisis pengaruh perbedaan budaya antara etnis Jawa dan etnis Palembang dalam membentuk praktik komunikasi dalam konteks lingkungan kerja, bersama dengan fungsi etika komunikasi dalam mengatasi konflik yang dapat terjadi. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi kasus, temuan menunjukkan bahwa individu dari kelompok etnis Jawa sebagian besar lebih menyukai metode komunikasi konteks tinggi yang lebih halus dan tersembunyi, sementara mereka yang berasal dari kelompok etnis Palembang menunjukkan kecenderungan yang lebih kuat terhadap gaya komunikasi konteks rendah yang langsung dan terbuka. Perbedaan seperti itu dapat menyebabkan potensi kesalahpahaman. Komitmen terhadap etika komunikasi yang kuat, yang mencakup penghormatan terhadap keragaman budaya dan penyesuaian strategi komunikasi, telah terbukti efektif dalam mengurangi konflik. Namun, hambatan yang mengakar dan kurangnya pemahaman yang memadai tetap ada. Saran dibuat untuk meningkatkan kesadaran budaya melalui pelatihan yang ditargetkan, penegakan etika komunikasi yang konsisten, dan menumbuhkan kemampuan beradaptasi dalam gaya komunikasi. Studi ini menekankan pentingnya Pemahaman antar budaya untuk membina lingkungan kerja yang kolaboratif dan efektif.
Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Etika Komunikasi, Konflik Budaya, Etnis Jawa, Etnis Palembang.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Armia, C. (2002). Pengaruh Budaya Terhadap Efektivitas Organisasi : Dimensi Budaya Hofstede. Jurnal Akuntansi Dan Auditing Indonesia, 6(1), 103–117. https://journal.uii.ac.id/JAAI/article/view/870/797
Bachtira, bachri S. (2017). Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif. Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/139619
Gani, F. A. De, & Muammar Yury Gargarin Sembiring. (2024). Mengenal Identitas dan Integrasi Nasional Indonesia. MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion, 1(2), 475–483. https://doi.org/10.57235/mesir.v1i2.3026
Pasandaran, S., Budimansyah, D., & Pangalila, T. (2024). Multicultural Education in Indonesia. In The Routledge International Handbook of Life and Values Education in Asia (pp. 233–242). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003352471-30
Rahman. (2022). Metode Pengumpulan Data Sekunder. In Asik Belajar (Issue 10).
Sudarmika, D. (2020). Memahami Perbedaan Komunikasi Antarbudaya Di Lingkungan Tempat Kerja. Journal Oratio Directa, 2(2), 214–232.
Wang, W. (2021). Collectivism and Power Distance in A Dream of Red Mansions. Open Journal of Modern Linguistics, 11(01), 67–82. https://doi.org/10.4236/ojml.2021.111006
Widiyanarti, T. S. S. A. S. R. A. K. (2021). Intercultural Communication in Manuscript Digitization (Study in the Village of Legok Indramayu). 5(1), 6.